Tampilkan postingan dengan label Artikel pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2026

Sejarah Bolu Kemojo

 


Bolu Kemojo, Warisan Budaya Tak Benda dari Negeri Melayu Riau

Oleh; Sri Rama Yanti

        Apakah Anda mengenal bolu kemojo? Bolu kemojo adalah kata yang tidak asing dikalangan masyarakat melayu khusunya Riau. Berdasarkan ejaannya, kata bolu kemojo berasal dari dialek Melayu, di mana bolu itu adalah sejenis kue lembut yang berasal dari adonan dari tepung, telur, dan gula. Selain itu Istilah ini  juga berasal dari bahasa Portugis “bolo”, yang berarti kue, hal ini sebagai pengingat akan sejarah perdagangan dan budaya kita. Bukan hanya itu, kata kemojo terinspirasi oleh bunga kamboja. Bunga kamboja itu sendiri adalah nama sebuah bunga yang umumnya tumbuh di daerah tropis khususnya di Riau dengan bentuk bunga yang indah dan aroma yang harum. Oleh masyarakat Riau pengucapan kata kamboja menyebutnya dengan “kemojo”. Oleh sebab itu bolu kemojo dikenal dengan ciri khasnya, dan salah satu ciri khasnya adalah cetakan yang digunakan untuk membuat bolu kemojo, di mana kita dapat melihat lekukan kecil yang tampak seperti kelopak bunga di bagian atas.

        Bolu kemojo merupakan warisan kuliner khas masyarakat Melayu di Riau yang hingga sampai saat ini masih digemari oleh masyarakat Riau, sehingga bolu kemojo disebut sebagai salah satu makanan khas ikonik dari Riau. Kue ini memiliki cita rasa yang lezat dengan nilai budaya dan sejarah sebagai bagian dari identitas masyarakat Melayu Riau. Bolu kemojo memiliki tekstur yang lembut namun padat, dengan rasa manis dan aroma harum dari daun pandan yang khas. Kue ini umumnya dibuat dengan bahan-bahan sederhana seperti tepung, telur, santan, gula, mentega, dan air pandan. Nuansa hijau yang dihasilkan berasal dari daun pandan atau daun suji, yang memberikan wangi alami dan meningkatkan daya tarik pada kue tradisional ini. Seiring dengan kemajuan zaman, bolu kemojo telah dimodifikasi dengan berbagai variasi rasa seperti durian, cokelat, dan keju, meskipun demikian rasa tradisionalnya tetap menjadi favorit di kalangan masyarakat.

        Sampai saat ini, identitas orang yang pertama kali memperkenalkan bolu kemojo masih belum diketahui dengan jelas. Kue ini telah ada secara turun-temurun dalam komunitas Melayu yang diturunkan melalui tradisi keluarga. Minimnya dokumentasi tertulis dan asal-usul kemunculannya bolu kemojo menyebabkan sejarah bolu kemojo hanya dikenal melalui narasi lisan dari masyarakat. Akan tetapi, Bolu kemojo diperkirakan telah dikenal sejak pertengahan abad ke-20 dan mulai menjadi terkenal dalam berbagai upacara adat Melayu, kenduri, serta perayaan keagamaan. Dahulunya, bolu kemojo kerap dihidangkan untuk menyambut tamu sebagai lambang penghormatan dan keramahan masyarakat Melayu. Kue ini juga merupakan jamuan penting makanan yang disajikan dalam pertemuan keluarga dan perayaan hari besar agama. Tradisi itu tetap ada hingga sekarang sehingga bolu kemojo tidak hanya dianggap sebagai makanan, tetapi juga sebagai lambang kebersamaan dan kekeluargaan.

        Perkembangan bolu kemojo saat ini sangat cepat, terutama pada tahun 1980-an hingga 1990-an ketika banyak industri rumah tangga dan toko oleh-oleh di Pekanbaru mulai meproduksi dan menjualnya secara luas. Sejak saat itu, bolu kemojo menjadi salah satu oleh-oleh unik Riau yang banyak diminati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Kehadirannya berkontribusi dalam memperkenalkan budaya Melayu Riau kepada masyarakat luar daerah sembari meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Sebagai wujud kearifan lokal, bolu kemojo harus terus dijaga agar generasi muda tetap menyadari budaya daerahnya sendiri. Dengan melestarikan resep tradisional dan mengenalkan hidangan khas daerah kepada publik, bolu kemojo akan terus menjadi lambang kekayaan budaya Melayu Riau yang diturunkan dari generasi ke generasi

 

Senin, 06 Oktober 2025

Best Practise Pengaruh suhu,waktu dan pH KOMBUCHA


Menganalisis pengaruh suhu, pH serta waktu fermentasi pada pembuatan minuman KOMBUCHA   melalui analisis data menggunakan Artificial Intelligence (AI)

Oleh: Sri Rama Yanti


Saya adalah seorang guru IPA di Sekolah Menengah Pertama dan saat ini saya berkesempatan menjadi koordinator ekstrakurikuler IPA yang diberi nama sains club.  Sains club adalah sebuah kelompok ekstrakurikuler atau kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang berfokus pada eksplorasi dan pembelajaran ilmu pengetahuan alam. Ekstrakuriuler ini menyediakan wadah bagi murid yang memiliki minat mendalam terhadap sains seperti fisika, kimia, dan biologi.  Tujuannya adalah untuk membuat sains menjadi lebih menyenangkan, mudah dipahami dan bermakna melalui praktik langsung dan eksperimen, bukan hanya diadapat dari buku teks. Kegiatan eksplorasi dan pembelajaran ilmu pengetahuan alam yang saya buat tidak hanya berfokus pada hasil sesaat melainkan hasil tersebut menjadi bernilai jual tinggi dan bermanfaat bagi orang lain. Dalam hal ini saya melakukan eksperimen atau percobaan dalam pembuatan minuman kombucha.

Apa itu teh kombucha? Kombucha adalah minuman teh yang dibuat melalui proses fermentasi. Proses ini melibatkan teh manis yang diseduh dengan bantuan SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast), yaitu sebuah koloni simbiosis dari bakteri dan ragi yang bekerja sama untuk mengubah gula menjadi asam asetat dan karbondioksida. Kombucha bermanfaat bagi tubuh diantaranya membantu menurunkan berat badan, mengurangi peradangan, meningkatkan kesehatan usus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan kanker. Banyaknya manfaat dari minuman kombucha dan terbukanya peluang usaha yang menjanjikan dimasa depan, diperlukan minuman kombucha yang berkualitas.  Agar rasa kombucha yang dihasilkan memiliki cita rasa yang baik maka perlu diperhatikan variabel-variabel seperti suhu, kondisi pH dan waktu fermentasi.  Oleh sebab itu pembuatan kombucha bukan hanya sekedar  membuat sebuah minuman, murid juga dituntut untuk mengamati pengaruh suhu dengan waktu fermentasi, pH awal dan akhir terhadap kualitas rasa.

Dalam hal ini, pengamatan yang dilakukan murid bertujuan untuk mengasah kemampuan berpikir hipotetik-deduktif murid dimana kemampuan hipotetik-deduktif pada usia remaja mulai berkembang. Kemampuan hipotetik-deduktif adalah kemampuan untuk membuat hipotesis tentang suatu masalah dan kemudian secara logis menguji hipotesis tersebut untuk menarik kesimpulan. Mereka tidak lagi hanya menerima informasi yang diberikan, melainkan mulai mempertanyakan, menganalisis, dan mencari bukti untuk mendukung atau menolak suatu gagasan. Tentunya untuk membantu murid dalam membuat hipotesis, menganalisis dan menyimpulkan hasil pengamatan diperlukan bantuan teknologi, teknologi yang berkembang dan terbaru saat ini adalah menggunakan Artificial Intelligence (AI).  Adapun praktik baik ini saya beri judul “Menganalisis pengaruh suhu, pH serta waktu fermentasi pada pembuatan minuman KOMBUCHA   melalui analisis data menggunakan Artificial Intelligence (AI)”.

Praktik baik ini merupakan pendekatan pembelajaran yang mengubah kegiatan laboratorium menjadi pengalaman belajar berbasis AI dan data sains yang mempersiapkan siswa untuk masa depan. Guru dan siswa dapat memanfaatkan AI tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai mitra analitis yang memperkaya pemahaman tentang proses fermentasi. AI berperan penting dalam pemantauan dan analisis real-time. Dalam pembuatan kombucha, faktor seperti suhu, pH, dan waktu fermentasi adalah faktor yang sangat mempengaruhi kualitas rasa. Selain mengukur variabel ini secara manual, siswa juga dapat mengolah data yang diperoleh dari pengamatan menggunakan AI seperti grafik perubahan pH dari waktu ke waktu. Berdasarkan data yang dikumpulkan, sistem AI dapat memberikan umpan balik dan panduan yang disesuaikan untuk setiap kelompok siswa. Jika kombucha mereka tidak berkarbonasi dengan baik, mereka dapat mengajukan pertanyaan ke chatbot berbasis AI, dan AI akan menganalisis data fermentasi mereka untuk memberikan rekomendasi spesifik, seperti "Tambahkan gula lebih banyak" atau "Tingkatkan suhu ruangan". AI juga dapat menyarankan eksperimen variasi rasa berdasarkan data keberhasilan dari proyek-proyek sebelumnya atau bahkan menyarankan resep baru. Dengan cara ini, siswa mendapatkan dukungan yang instan dan terpersonalisasi, mengurangi rasa frustrasi dan mempercepat proses belajar.

Integrasi AI membuka pintu untuk kolaborasi dan analisis skala besar. Data yang dikumpulkan dari semua proyek murid  dapat dianonimkan dan diunggah ke database terpusat. AI kemudian dapat menganalisis data agregat ini untuk mengidentifikasi hasil fermentasi, menemukan korelasi antara bahan dan hasil akhir, atau menunjukkan praktik terbaik yang paling sering berhasil. Murid  dapat membandingkan hasil proyek mereka dengan data dari kelompok lain, yang menumbuhkan rasa kompetisi yang sehat dan mendorong pertukaran pengetahuan. Pembelajaran tidak lagi terbatas pada pengalaman pribadi, tetapi meluas ke analisis data kolektif yang dikelola oleh kecerdasan buatan.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah:

1. Melakukan asesmen awal kepada murid tentang minuman-minuman fermentasi yang bermanfaat bagi tubuh termasuk teh kombucha melalui quizziz

2. Memberikan pemahaman tentang pengertian kombucha, cara membuatnya, manfaat dan peluang usaha melalui video dari youtube, gemini AI dan google.

3. Murid membuat kombucha sesuai kelompok yang telah ditentukan dengan memberikan lembar kerja cara membuta kombucha

4. Mengamati dan mencatat data secara rutin ( 7 hari berturut turut), seperti suhu, pH, dan waktu fermentasi kemudian  menganalisis data tersebut menggunakan AI dan sumber literatur  lainnya untuk menarik kesimpulan tentang faktor-faktor yang memengaruhi rasa, tekstur, dan kandungan nutrisi kombucha.

5. Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk laporan ilmiah dan dipresentasikan dalam bentuk canva

6. Melakukan Asesmen akhir dengan menggunakan quizziz untuk mengetahui pemahaman mereka secara individu tentang apa yang mereka pelajari.

6. Minuman yang dihasilkan dikemas dan di konsumsi oleh warga sekolah

7. Untuk  tujuan jangka panjang murid dapat membuat minuman kombucha dirumah dan dikonsumsi, selain itu juga dapat dijual belikan untuk menambah pendapatan (menumbuhkan jiwa kewirausahaan)

Langkah langkah yang dilakukan tentunya memiliki kendala dalam  proses pelaksanaannya seperti ketelitian murid dalam  mencatat data yang diinginkan, kualitas bahan-bahan membuat minuman kombucha dan pengaruh faktor biologis yang sulit dikontrol seperti lingkungan (suhu, kelembapan,dan paparan udara dapat mengubah laju dan profil fermentasi) dan keunikan SCOBY. Tentunya, kendala ini dapat diatasi dengan terus melakukan perbaikan perbaikan untuk menghasilkan minuman kombucha yang berkualitas.

Dari hasil yang diperoleh murid, murid dapat menyimpulkan bahwa suhu, pH dan waktu fermentasi mempengaruhi kualitas rasa, aroma, dan karakteristik fisikokimia lainnya. Murid menemukan rasa yang sangat asam seperti rasa cuka pada minuman kombucha jika waktu fermentasi 11 hari keatas dan memberikan rasa manis dan asam yang seimbang ketika waktu fermentasi 5- 10 hari. Waktu fermentasi yang semakin lama membuat rasa semakin asam dan tentunya nilai pH semakin kecil (dibawah 3,5). Murid juga menemukan bahwa pada suhu tinggi bisa menyebabkan ketidakseimbangan mikrobiota (SCOBY tidak bekerja maksimal). Bakteri asam asetat mungkin menjadi terlalu dominan, menghasilkan kombucha yang menjadi terlalu asam dalam waktu singkat, sementara khamir tidak memiliki cukup waktu untuk menghasilkan rasa yang seimbang. SCOBY berkerja maksimal disuhu 24°C hingga 30°C, pada rentang suhu ini, bakteri dan khamir dalam SCOBY bekerja paling efisien, menghasilkan keseimbangan rasa dan senyawa yang baik.

Dengan adanya hasil yang didapat murid dari pengamatan yang dilakukan, murid memiliki pengetahuan yang baik untuk membuat minuman kombucha yang berkualitas sehingga murid bisa memberikan manfaat kepada orang lain dengan memproduksi minuman kombucha untuk digunakan oleh diri sendiri, keluarga dan masyarakat. 

Pentingnya Penguatan Kebhinekaan di Satuan Pendidikan


Pentingnya Penguatan Kebhinekaan di Satuan Pendidikan

Oleh :Sri Rama Yanti


Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keberagaman dari berbagai macam suku, ras, etnik, agama, budaya ,bahasa ,dan adat istiadat . Adanya keanekaragaman tersebut tentunya akan menjadi aset bangsa yang tak ternilai harganya, hal ini tentunya bangsa Indonesia yang merupakan makhluk sosial memerlukan keharmonisan dalam hidup berdampingan. Bhineka Tunggal Ika yang merupakan semboyan negara kita yang artinya berbeda beda tetap satu dijadikan sebagai dasar unuk mewujudkan persatuan dan kesatuan negara indonesia dimana kita harus menerapkannya dalam kehidupan sehari hari, yakni dengan cara hidup saling menghargai satu samalain. Oleh sebab itu sebagai rakyat Indonesia harus tetap menjaga keutuhan dalam kebersamaan membangun Negara kesatuan yang majemu

Anak Indonesia merupakan generasi bangsa harus ditanamkan dari dini yaitu sejak anak anak dibangku sekolah (PAUD s/d SMA) bahwa pentingnya toleransi agar tercipta lingkungan yang harmonis dan kondusif. Maka dari itu sekolah yang merupakan satuan pendidikan yang berfungsi sebagai salah satu tempat mengembangkan dan menguatkan karakter pribadi anak didik secara menyeluruh diperlukannya pendidikan kebinekaan yang bertujuan untuk menghilangkan intoleransi yang terjadi hingga kini. Untuk mengetahui iklim kebinekaan sekolah, satuan pendidikan dapat mempelajari Rapor Pendidikan sekolah. Sekolah yang telah memiliki iklim kebinekaan yang baik ditandai dengan kondisi lingkungan sekolah yang menunjukkan adanya toleransi beragama, berbudaya dan berkomitmen kebangsaan.Hasil satuan pendidikan mengenai iklim kebinekaan diperoleh dari survei lingungan belajar yang tercakup dalam Asesmen Nasional (AN) adalah salah satu cara berbasis data yang akan mampu mendorong terciptanya lingkungan belajar dengan iklim keamanan, dan kebinekaan yang baik sebagai prasyarat pendukung pembelajaran yang berkualitas., dimana hasilnya dijadikan refleksi dan rencana tindak lanjut untuk menciptkan lingkungan sekolah yang toleran.

Banyak cara yang dilakukan satuan pendidikan untuk meningkatkan iklim kebinekaan, salah satunya memberikan ruang kepada siswa untuk saling berinteraksi secara positif dengan masyarakat dari beragam latar belakang sosial dan budaya melalui kegiatan yang terstruktur. Banyak elemen yang terlibat dalam peningkatan iklim kebinekaan diantaranya guru, kepala sekolah, orang tua dan siswa. Agar peran warga sekolah yang terlibat berfungsi dengan baik, maka pusat penguatan karakter kemendikbud memprodukdi alat bantu berupa modul, buku penduan, video edukasi, infografis yang dijadikan bekal untuk meningkatkan iklim kebinekaan. Guru sebagai fasilitator menyampaikan informasi kepada siswa perlu memahami dan mengimplementasikan dengan baik  modul yang diproduksi pusat penguatan karakter kemendikbud melalui Bale Creative Education membuat kegiatan Fasilitator BAIK. Adapun yang dipelajari dalam kegiatan tersebut modul wawasan kebinekaan global, modul di PMM,  poster pencegahan kekerasan, buku panduan kegiatan kreativ penguatan keberagaman, pemanfaatn konten digital, buku panduan orang tua PAUD dan pandukan Proyek Profil Pelajar Pancasila topik Bhineka Tunggal Ika. Untuk mengeksplorasi modul di PMM, setiap guru  dapat mengakses PMM dengan masuk ke PMM /https://guru.kemdikbud.go.id/ dengan akun “belajar.id dengan memilih pelatihan mandiri dengan topik wawasan kebinekaan global. Selain itu disekolah diperlukan mengkampanyekan pentinganya toleransi berupa poter,video dan infografis agar siswa lebih bisa menghormati dan menghargai satu sama lain. Selain itu guru juga membutuhkan forum Guru Belajar Kebhinekaan untuk berbagi praktik baik penguatan kebinekaan agar guru dpat mengimbaskan praktik baim tersebut kepada anak didik.

Adanya kolaborasi semua warga sekolah dalam menciptakan iklim kebinekaan yang baik dan linkungan belajar yang menyenangkan, dapat meminimalisir siswa yang menjadi korban diskriminasi, seperti tidak diterima oleh sekeitarnya karena identitas, latar belakang sosial dan ekonomi, kondisi fisik, latar belakang agama dan budaya yang berbeda. Harapan kedepan generasi bangsa kita memiliki karakter yang baik serta sehat jasmani dan rohani.

 

Minggu, 21 September 2025

Cerpen Udin, Sang Penjaga Balimau Kasai

Udin, Sang Penjaga Balimau Kasai

Oleh: Sri Rama Yanti

Disebuah desa terpencil dekat tepian sungai Kampar hiduplah seorang anak laki-laki yang tinggal bersama kakeknya yang sangat sepuh. Anak itu bernama Udin. Udin adalah seorang  anak yang berumur empat belas tahun dengan perawakan kurus, berkulit hitam dan memilki semangat yang tak kenal lelah. Udin sudah lama menjadi anak yatim piatu . Udin sangat mencintai kampungnya dan kondisi alam tempat tinggalnya.

Seperti biasanya setiap pagi Udin mandi di sungai Kampar. Ketika mandi, Udin merasa ada yang salah dengan Sungai Kampar. Sungai yang selama ini menjadi nadi desa mereka, kini mulai berubah. Bau amis yang aneh tercium, dan buih-buih putih tebal mengambang di permukaan air, tersangkut di antara batang-batang pohon. Ini adalah bencana, apalagi bagi Udin yang sangat menantikan tradisi Balimau Kasai. Balimau Kasai adalah tradisi unik yang diwariskan secara turun-temurun, mandi dengan air dari sungai Kampar yang dicampur dengan perasan jeruk dicampur dengan ramuan tradisional seperti beras,kunyit dan bunga bunga. Tradisi ini dilakukan satu hari sebelum datangnya bulan suci Ramadan.

Sejak enam bulan lalu, suasana desa mereka memang sudah tidak seperti dulu lagi semenjak tuan Riko datang kedesa mereka. Tuan Riko, seorang pengusaha kaya raya dari kota datang dan membeli lahan di hulu sungai. "Kami akan membangun pabrik pengolahan kelapa sawit di sini," katanya di hadapan seluruh warga. "Akan ada banyak pekerjaan, desa ini akan maju!" tambahnya lagi.

Sebagian besar warga terlena. Mereka tergiur dengan melihat uang yang banyak dan janji-janji manis yang diucapkan tuan Riko. Hanya segelintir orang yang ragu, termasuk Kakek Udin, seorang tetua adat yang sangat dihormati. "Hati-hati, rezeki tidak akan berkah jika datang dari sungai yang ternoda," Ucap kakek dengan nada pelan namun tegas.

Hari Balimau Kasai semakin dekat,  kecemasan Udin semakin memuncak. Seminggu yang lalu, ia melihat sebuah pipa besar tersembunyi di balik semak-semak, mengalirkan cairan keruh dan berbau busuk ke sungai. Itu pasti dari pabrik Tuan Riko.

Udin berlari sekuat tenaga menemui Kakek. "Kakek, ini gawat! Sungai kita diracuni!" katanya dengan nafas terengah-engah.

Kakek hanya menghela nafas panjang sambil berkata "Sudah Kakek duga. Tapi, banyak orang yang takut bicara. Mereka butuh pekerjaan, Udin. Mereka percaya pada janji Tuan Riko."

Pada rapat desa terakhir menjelang Balimau Kasai, Udin memberanikan diri. Meski suaranya bergetar, ia berdiri di hadapan semua orang. "Kita tidak bisa melakukan Balimau Kasai di air kotor! Ini bukan hanya masalah mandi, tapi janji kita kepada nenek moyang kita! Balimau Kasai adalah tentang membersihkan diri dan sungai, bukan mengotorinya!"

Tuan Riko, yang juga hadir, tertawa sinis. "Ah, cuma tradisi kuno. Airnya sedikit keruh tidak akan membahayakan dan membunuh siapa pun. Lagipula, saya punya solusi. Kita bisa mengadakan Balimau Kasai di kolam renang buatan saya. Lebih bersih dan modern!"

Beberapa warga mengangguk, terpengaruh oleh ucapan Tuan Riko. Mereka tampak ragu antara menjaga tradisi dan mendengarkann ucapan tuan Riko. Udin merasa hatinya teriris-iris. Kata-kata Tuan Riko tidak hanya merendahkan tradisi, tetapi juga merendahkan harkat martabat desa mereka.

Malam itu, Udin tidak bisa tidur. Bayangan sungai yang tercemar dan wajah khawatir kakek terus menghantuinya. Ia berpikir keras. Berdebat dengan Tuan Riko tidak akan berhasil. Ia butuh cara lain yang bisa menggerakkan hati orang-orang.

Keesokan paginya, ia mengumpulkan teman-temannya di tepi sungai. "Kita tidak bisa biarkan ini terjadi! Kita bersihkan sungai ini sendiri!" ajaknya.

Nila, temannya, menatapnya ragu. "Tapi, bagaimana? Sungai ini terlalu besar, sampahnya terlalu banyak."

Udin tidak menyerah. "Kita tidak bisa membersihkan semuanya, tapi kita bisa menunjukkan tekad kita. Jika kita membersihkan satu bagian, mungkin yang lain akan ikut membantu!"

Dengan tekad bulat, mereka mulai bekerja. Dengan sarung tangan seadanya, mereka memungut sampah plastik dan botol yang mengambang. Mereka menyingkirkan ranting-ranting yang tersangkut dan membersihkan lumpur di tepi sungai. Kakek datang dan ikut membantu, membawa kantong-kantong besar.

"Kerja bagus, Cucu," puji Kakek. "Inilah makna Balimau Kasai yang sesungguhnya."

Aksi Udin dan teman-temannya menarik perhatian warga. Beberapa ibu-ibu yang awalnya memilih diam, kini ikut membawa sapu lidi dan karung. Para pemuda yang tadinya hanya menonton, kini ikut menceburkan diri, membantu membersihkan bagian sungai yang lebih dalam. Semangat gotong royong menyebar seperti percikan api.

Rupanya, Tuan Riko melihat semua itu. Ia datang ke tepi sungai, wajahnya memerah. "Apa-apaan ini? Kalian membuang-buang waktu!" kata tuan Riko

Kakek berdiri tegak, memandang Tuan Riko dengan tatapan tajam. "Tuan Riko, ini bukan buang-buang waktu. Kami sedang menunjukkan bahwa Balimau Kasai tidak bisa diganti. Nilai-nilai di dalamnya jauh lebih berharga daripada semua uang yang Tuan tawarkan."

Tuan Riko terdiam. Ia melihat semangat gotong royong yang tidak pernah ia temui di kota. Ia melihat kebersamaan yang tak bisa dibeli. Ia menatap wajah-wajah tulus warga desa yang bekerja keras demi tradisi mereka.

Malam harinya, setelah sungai terlihat lebih baik, Tuan Riko menemui Kakek dan berkata "Saya salah, kakek. Saya tidak mengerti. Saya akan menghentikan pembuangan limbah ke sungai. Dan saya akan membangun sistem pengolahan limbah yang lebih baik agar air tidak tercemar lagi."

Hari Balimau Kasai akhirnya tiba. Sungai kembali mengalir dengan lebih jernih. Aroma wangi dari bunga dan dedaunan yang dibawa warga memenuhi udara. Udin menceburkan diri, merasakan air sungai tidak hanya membersihkan tubuhnya, tetapi juga hatinya dari rasa cemas dan kekhawatiran.

Balimau Kasai tahun itu menjadi yang paling berkesan. Tradisi itu tidak hanya terlaksana, tetapi juga menjadi bukti bahwa kearifan lokal bisa menjadi kekuatan untuk melawan segala tantangan modern. Dan Udin, anak kecil yang berani, telah membuktikan bahwa satu keberanian bisa menggerakkan seluruh desa.

 

Rabu, 11 Januari 2023

Puisi

 

Sinar Dunia

Karya Sri Rama Yanti



Disudut ruang itu

engkau duduk dengan wajah sendu

meraba raba dunia dengan kerapuhanmu

sambil menunggu harapan yang tak pasti

 

Tubuhmu yang mulai ringkih

 berpikir untuk terus bertahan hidup

dengan gaji seadanya tidak membuatmu putus asa

engkau terus mengibarkan semangat

demi secercah harapan untuk penerus negeri ini

 

Sepatu yang mulai menganga

Tas yang robek sana sini

Baju yang kusam tak berona

tidak memudarkan sinar wajahmu

yang selalu menjadi penerang negeri ini

 

Teruslah engkau menjadi sosok guru

selalu menyebarkan cahaya ilmu dalam setiap tarikan nafasmu

Ilmumu bagaikan magnet yang selalu membuat kami haus ilmu

 

Engkau guruku

selalu berkarya walau dapurmu belum tentu berasap

selalu tersenyum walau hidupmu susah

apapun kondisimu seisi dunia tahu

bahwa engkau adalah sinar dunia yang kelak menjadi penghuni surgaMu


Pekanbaru 18 November 2022

BUDAYAKAN MEMBACA SEJAK DINI MEMBENTUK

PRIBADI BERKUALITAS

Desmarita Susantie, S.Pd
Guru Bahasa Indonesia
SMP YLPI P. Marpoyan

Literasi kalau kita lihat secara umum diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memperihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, Cuma 1 orang saja yang rajin membaca. Hal ini tentu membuat kita miris dan malu, karna bangsa kita yang begitu besar dan luas ini yang penduduknya kurang lebih 276,4 juta jiwa hanya segelintir orang saja yang peduli dan yakin akan pentingnya membaca buku.

Membaca saat ini bukanlah hal yang mengasyikan dimasyarakat kilta, terutama kalangan generasi muda. Mereka lebih senang bermain bola, main game, internet dan lainnya yang tak ada hubungannya dengan membaca. Bahkan menonton   televisi berjam-jam lebih disukai. Barangkali kita perlu merenung, sejauh mana peranan orang tua, keluarga, sekolah dan masyarakat untuk ikut andil dalam membudayakan membaca dari sejak dini.

            Menjadikan membaca sebagai budaya di kalangan remaja generasi penerus bangsa bukanlah hal yang tidak mungkin. Namun juga bukan hal yang mudah untuk di lakukan. Untuk itu perlu kiranya strategi-strategi yang dapat memotivasi remaja untuk lebih menyukai bacaan. Misalnya dengan ada pustaka kecil dirumah, kelas, sekolah dan tempat bermain mereka. Dengan menyajikan buku-buku bacaan yang mereka minati. Dan menjadikan membaca suatu yang wajib, baik dirumah apalagi disekolah.

            Adalah sebuah proses ketika membaca dijadikan sebuah budaya dikalangan yang sangat jauh dari kebiasaan membaca. Namun demikian janganlah hal tersebut menjadikan kita pesimis bahwa membaca tak bisa dijadikan budaya dikalangan generasi muda kita. Memberikan pemahaman tentang pentingnya membaca juga perlu ditanamkan pada usia dini. Agar kelak mereka menjadi terbiasa dengan hal-hal yang berhubungan dengan membaca. Karena membaca akan menghantarkan mereka kedunia yang memiliki wawasan luas.

            Terkadang tanpa kita sadari, kita telah memberikan contoh kepada generasi muda bahwa kita juga engan untuk selalu menjadikan membaca sebagai budaya. Kita lebih sering menyuruh, memerintah bahkan sampai memaksa anak-anak untuk rajin membaca, tanpa kita mampu memberikan contoh bahwa kita suka membaca. Membaca menjadi hal yang membosankan dan terkadang menjemukan bagi anak-anak dan para remaja.

            Kalaulah kita boleh bercermin pada negara-negara yang telah maju, maka kita bisa melihat bahwa negara-negara besar yang maju itu, adalah negara-negara yang menjadikan membaca sebagai budaya. Menjadikan membaca sebagai suatu yang mengantarkan mereka menuju kesuksesan.

Marilah kita mulai membaca dari saat ini dari diri sendiri, menjadikan contoh tuk generasi muda bahwa membaca itu sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang menjadikan hidup lebih bermakna dan berwawasan. Dengan banyak membaca dapat membuka mata dan cakrawala kita. Dengan banyak membaca menjadikan kita bermartabat.

Bangsa yang hebat adalah bangsa yang memiliki ilmu dan dapat menjadikannya sebagai landasan dalam menentukan sikap. Bangsa yang besar tidak akan basar tanpa adanya ilmu sebagai penompangnya. Bangsa yang maju adalah bangsa yang peduli terhadap arti penting sebuah bacaan. Membaca menghantarkan kita untuk dapat terus berjalan dijalan yang lebih baik.

Membaca merupakan jembatan menuju bangsa yang lebih maju. Masihkah kita menganggap membaca hanyalah untuk mengisi waktu kosong, bukan menjadikannya sebagai bagian dari budaya hidup, budaya membaca disetiap waktu dan tempat.  Tentunya kita mempunyai harapan yang besar terhadap generasi muda kita, harapan bangsa untuk ke depan lebih mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang tak hanya dilihat sebelah mata.  

            Membiasakan diri membaca berarti kita telah memposisikan diri sebagai seorang yang beritelektual dan membudaya kegiatan positif yang dapat melatih otak untuk menyerap segalah pesan dan informasi yang bermanfaat bagi diri dan lingkungan. Dengan membiasakan membacadi kalangan pelajar merupakan satu hal yang amat penting.Esensial dari anak-anak yang rajin membaca akan membantu perkembangan pola pikir serta kepribadian mereka yang lebih baik dan berwawasan.

Selain itu, dengan membiasakan Budaya Membaca juga mencerminkan rasa suka dan cinta dengan ilmu, karena salah satu yang menjadi sarana sangat penting yaitu menunjang tercapainya suatu pendidikan, juga kepribadian yang dipengaruhi dari Budaya Membaca yang ada.Jadi akan sangat terlihat efeknya kedepan, khusunya bagi para pelajar, diantara mereka yang berilmu serta terdidik dengan baik tidak akan mudah terpegaruh hal-hal yang akan merusak masa depan mereka. Mereka yang membaca juga akan sangat ketara statusnya sebagai pelajar yang berwawasan luas juga terdidik. Oleh karena itu sebagai pelajar harus mengerti betapa pentingnya Membaca bagi kehidupan kita sehari-hari.

Membaca merupakan proses yang memerlukan waktu tentunya tidak bisa instan, harus ada kemauan bahkan paksaan untuk bisa secara berkesinambungan membudayakan kebiasaan membaca. Lingkungan ikut memberi pengaruh yang sangat besar terhadap hal tersebut. Namun tidak mmenutup kemungkinan kebiasaan baik ini bisa kita lakukan, asal setiap kita saling mengingatkan betapa pentingnya membaca bagi kelangsungan hidup kita dimasa mendatang.

Budaya Membaca di kalangan Pelajar akan membentuk pelajar yang berintelektual, serta meiliki kepribadian yang luhur. Hal itu dibuktikan dengan perkembangan cara berfikir mereka untuk kedepan serta kritis dengan lingkungan mereka. Manfaat-manfaat tersebut belum seberapa nilainya, andai saja pelajar sekarang ini menjadikan kegiatan membaca sebagai aktifitas keseharian, maka Jangan heran jika pada masa yang akan datang mereka mampu berkoar dan menunjukan kreatifitasnya di mata dunia.

Ada satu pernyataan dari imam syafi’i yang berbunyi:

“Barang siapa yang menginginkan dunia maka hendaklhah dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan akhirat maka hendaklah  dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kedua-duanya maka hendaklah dengan ilmu”.

Dari pernyataan tersebut menunjukan bahwa apa saja yang kita inginkan dapat menjadi sebuah kenyataan apabila kita bersungguh-sungguh dan mempunyai keinginan untuk mendapatkannya ilmu. Dan dikatakan seseorang berilmu apabila seseorang memiliki kegemaran membaca buku telah tumbuh dengan baik sedari masih anak-anak serta ditengah keseharian orang tersebut dan menjadikan membaca bagian penting dalam keseharian.

Maka dari itu, bukan sebuah hal yang mengagetkan apabila orang-orang berilmu akan dengan mudah menguasai dunia ketimbang mereka yang tidak memiliki ilmu yang mendukung. Karena kuncinya hanya satu, Membaca. Dan hal yang paling menyenangkan serta representatif untuk membaca adalah kala kita masih menjadi pelajar, adanya tuntutan belajar dari sekolah akan sangat membantu pelajar untuk membaca. ini akan sangat sulit jika dibandingkan dengan kondisi mereka yang sudah bekerja. Mereka para pekerja akan lebih sulit untuk menentukan waktu membaca, dikeranakan beban pikiran yang menambah lelah otak mereka.

Oleh karena itu marilah kita para pelajar buka buku kita bersama-sama dan bacalah! marilah wujudkan impian kita menjadi orang hebat melalui informasi dan manfaat dari yang kita baca. Mari junjung tinggi-tinggi ideologi betapa pentingnya kebudayaan membaca dikalangan pelajar agar mereka tahu bahwa pada saat mereka tidak membaca bumi berhenti untuk menolak kehidupan mereka.

 

 

                                                                                               


Senin, 09 Januari 2023

Essay

  

STRATEGI PENINGKATAN LITERASI

DI SMP YLPI P. MARPOYAN

Oleh Sri Rama Yanti,S.Si

            Literasi di Indonesia masih memprihatinkan dan tergolong rendah dibandingkan dengan negara lain. Menurut ranking terbaru PISA, Indonesia berada di peringkat 72 dari 78 negara berdasarkan yang diumumkan oleh The Organisation for Economic Co-peration and Development sedangkan menurut hasil penelitian tentang Indeks Aktivitas Literasi Membaca yang dilakukan Kemendikbud pada tahun 2019 terhadap 34 provinsi menyatakan bahwa indeks literasi nasional masuk dalam kategori aktivitas literasi rendah. Hal ini menjadi permasalahan besar bagi Indonesia khususnya bagi pelajar Indonesia yang nantinya akan menjadi penerus generasi bangsa . Oleh sebab itu pemerintah menggiatkan gerakan literasi sekolah yang lebih diarahkan pada anak usia sekolah dari Taman Kanak-kanak sampai Sekolah Menengah Atas.

            Literasi adalah suatu kemampuan seseorang untuk menggunakan potensi dan keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca dan menulis. Literasi sangat penting karena dengan literasi menghasilkan sumber daya manusia yang berpengetahuan luas dan berkualitas. Literasi dapat dimulai dengan membaca buku baik buku elektronik maupun berbentuk cetak seperti buku pengetahuan, novel, cerita pendek, komik, majalah, koran, dan lain-lain

            Literasi sekolah merupakan salah satu bentuk kegiatan yang sangat bermanfaat untuk digalakkan oleh semua warga sekolah. Untuk itu SMP YLPI P.Marpoyan mendukung program Kemndikbud mengenai literasi melalui Gerakan Listerasi sekolah (GLS) yang dikoordinir oleh Tim Pustaka sekolah. Gerakan Literasi Sekolah di SMP YLPI P.Marpoyan  diharapkan akan menciptakan ekosistem pendidikan yang literat. Ekosistem pendidikan yang literat adalah lingkungan yang menyenangkan dan ramah siswa, sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar dan menumbuhkan semangat ingin tahu serta cinta pengetahuan.

            SMP YLPI P.Marpoyan adalah sekolah swasta dibawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau  yang  memiliki fasilitas yang memadai untuk menggiatkan Gerakan Literasi Sekolah. Saya selaku kepala sekolah bersama guru  berusaha semaksimal mungkin untuk menyediakan fasilitas untuk GLS seperti membuat pojok baca di dalam kelas dan diluar kelas, membuat panggung kreasi sebagai wadah pengembangan minat bakat dan melengkapi fasilitas pustaka seperti komputer dan pengadaan buku bacaan. Setelah melengkapi sarana prasarana tersebut, sekolah merancang sebuah program yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat literasi dan minat bakat siswa. Tentunya untuk menyusun program GLS ini, terlebih dahulu kami melakukan pengamatan kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana minat baca siswa.

            Dari hasil pengamatan sekolah, penyebab rendahnya minat baca siswa SMP YLPI P.Marpoyan adalah kebiasaan membaca belum diterapkan sejak kecil, motivasi membaca siswa masih rendah, kondisi lingkungan keluarga yang tidak menjadikan membaca sebuah kebiasaan, dan maraknya penggunaan gawai (gadget). Atas kondisi tersebut sekolah membuat kegiatan GLS melalui program pustaka yang dikenal dengan pustaka Literasi, Pustaka Menulis, Pustaka Mengajar dan Pustaka Berbagi. Program ini dibuat selain untuk menumbuhkan minat baca siswa, program ini juga dapat mengembangkan kemampuan menulis siswa dan mengembangkan minat bakat siswa dibidang bahasa.

            Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah SMP YLPI P.Marpoyan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1.    Pustaka Literasi

·         Guru dan siswa membaca buku selama 10 menit diawal pembelajaran pagi didalam kelas

·         Menjadikan pustaka berbasis digital yaitu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikanya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan internet.

·         Mengadakan berbagai perlombaan yang memancing minat baca siswa untuk menghasilkan karya seperti lomba menulis puisi,membuat poster, pemilihan duta literasi dan penghargaan untuk pejuang pustaka (siswa yang aktif membaca).

 

2.    Pustaka Menulis

·         Membuat pelatihan menulis bagi siswa yang berbakat dibidang bahasa, hasil pelatihan ini berupa karya kumpulan cerpen dan dibukukan

 

3.    Pustaka Mengajar

·         Memberikan bimbingan belajar bagi murid untuk membantu tugas tugas akademis yang didampingi guru dan tutor sebaya

 

4.    Pustaka berbagi

·         Menumbuhkan karakter siswa untuk berbagi seperti hibah buku, berbagi makanan dan minuman untuk pengunjung pustaka dan study banding.

            Besar harapan sekolah untuk dapat melaksanakan program pustaka tersebut secara berkelanjutan agar tujuan Gerakan Literasi Sekolah dapat terwujud. Program sekreatif apapun jika hanya semangat dilakukan diawal awal saja sedangkan selanjutnya enggan melaksanakannya maka akan menjadi percuma. Jadi apapun contoh program gerakan literasi sekolah (GLS) yang hendak dilaksanakan, pasti membutuhkan komitmen atau dukungan dari semua pihak yang terlibat di dalam sekolah. Seluruh warga sekolah bisa bersama sama menumbuhkan kesadaran akan pentingnya membaca dan membudayakan membaca di sekolah.

            Oleh karena itu, dalam rangka mendukung program gerakan literasi sekolah, semua warga sekolah wajib ikut serta dalam meningkatkan budaya membaca dan menulis dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi contoh atau teladan bagi pelajar lainnya. 


                 Video singkat tentang program pustaka di acara Puncak HGN Jakarta


 

 

 

 

 

 



Sejarah Bolu Kemojo

  Bolu Kemojo, Warisan Budaya Tak Benda dari Negeri Melayu Riau Oleh; Sri Rama Yanti           Apakah Anda mengenal b olu k emojo? Bolu k em...