Minggu, 24 Mei 2026

Sejarah Bolu Kemojo

 


Bolu Kemojo, Warisan Budaya Tak Benda dari Negeri Melayu Riau

Oleh; Sri Rama Yanti

        Apakah Anda mengenal bolu kemojo? Bolu kemojo adalah kata yang tidak asing dikalangan masyarakat melayu khusunya Riau. Berdasarkan ejaannya, kata bolu kemojo berasal dari dialek Melayu, di mana bolu itu adalah sejenis kue lembut yang berasal dari adonan dari tepung, telur, dan gula. Selain itu Istilah ini  juga berasal dari bahasa Portugis “bolo”, yang berarti kue, hal ini sebagai pengingat akan sejarah perdagangan dan budaya kita. Bukan hanya itu, kata kemojo terinspirasi oleh bunga kamboja. Bunga kamboja itu sendiri adalah nama sebuah bunga yang umumnya tumbuh di daerah tropis khususnya di Riau dengan bentuk bunga yang indah dan aroma yang harum. Oleh masyarakat Riau pengucapan kata kamboja menyebutnya dengan “kemojo”. Oleh sebab itu bolu kemojo dikenal dengan ciri khasnya, dan salah satu ciri khasnya adalah cetakan yang digunakan untuk membuat bolu kemojo, di mana kita dapat melihat lekukan kecil yang tampak seperti kelopak bunga di bagian atas.

        Bolu kemojo merupakan warisan kuliner khas masyarakat Melayu di Riau yang hingga sampai saat ini masih digemari oleh masyarakat Riau, sehingga bolu kemojo disebut sebagai salah satu makanan khas ikonik dari Riau. Kue ini memiliki cita rasa yang lezat dengan nilai budaya dan sejarah sebagai bagian dari identitas masyarakat Melayu Riau. Bolu kemojo memiliki tekstur yang lembut namun padat, dengan rasa manis dan aroma harum dari daun pandan yang khas. Kue ini umumnya dibuat dengan bahan-bahan sederhana seperti tepung, telur, santan, gula, mentega, dan air pandan. Nuansa hijau yang dihasilkan berasal dari daun pandan atau daun suji, yang memberikan wangi alami dan meningkatkan daya tarik pada kue tradisional ini. Seiring dengan kemajuan zaman, bolu kemojo telah dimodifikasi dengan berbagai variasi rasa seperti durian, cokelat, dan keju, meskipun demikian rasa tradisionalnya tetap menjadi favorit di kalangan masyarakat.

        Sampai saat ini, identitas orang yang pertama kali memperkenalkan bolu kemojo masih belum diketahui dengan jelas. Kue ini telah ada secara turun-temurun dalam komunitas Melayu yang diturunkan melalui tradisi keluarga. Minimnya dokumentasi tertulis dan asal-usul kemunculannya bolu kemojo menyebabkan sejarah bolu kemojo hanya dikenal melalui narasi lisan dari masyarakat. Akan tetapi, Bolu kemojo diperkirakan telah dikenal sejak pertengahan abad ke-20 dan mulai menjadi terkenal dalam berbagai upacara adat Melayu, kenduri, serta perayaan keagamaan. Dahulunya, bolu kemojo kerap dihidangkan untuk menyambut tamu sebagai lambang penghormatan dan keramahan masyarakat Melayu. Kue ini juga merupakan jamuan penting makanan yang disajikan dalam pertemuan keluarga dan perayaan hari besar agama. Tradisi itu tetap ada hingga sekarang sehingga bolu kemojo tidak hanya dianggap sebagai makanan, tetapi juga sebagai lambang kebersamaan dan kekeluargaan.

        Perkembangan bolu kemojo saat ini sangat cepat, terutama pada tahun 1980-an hingga 1990-an ketika banyak industri rumah tangga dan toko oleh-oleh di Pekanbaru mulai meproduksi dan menjualnya secara luas. Sejak saat itu, bolu kemojo menjadi salah satu oleh-oleh unik Riau yang banyak diminati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Kehadirannya berkontribusi dalam memperkenalkan budaya Melayu Riau kepada masyarakat luar daerah sembari meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Sebagai wujud kearifan lokal, bolu kemojo harus terus dijaga agar generasi muda tetap menyadari budaya daerahnya sendiri. Dengan melestarikan resep tradisional dan mengenalkan hidangan khas daerah kepada publik, bolu kemojo akan terus menjadi lambang kekayaan budaya Melayu Riau yang diturunkan dari generasi ke generasi

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sejarah Bolu Kemojo

  Bolu Kemojo, Warisan Budaya Tak Benda dari Negeri Melayu Riau Oleh; Sri Rama Yanti           Apakah Anda mengenal b olu k emojo? Bolu k em...